September 19, 2021

Situs Judi Online Terbesar

Teraman & Terbaik Di Indonesia

Di Tengah Pandemi

Di Tengah Pandemi, Perbankan Syariah Tetap Tumbuh Positif 9,22 Persen

Di waktu epidemi, perbankan syariah di Indonesia memperlihatkan trend perubahan positif. Perbankan syariah tumbuh positif 9,22 % (yoy) atau Rp 545,39 triliun.

“Walaupun ditengah-tengah epidemi Covid-19, asset perbankan syariah Indonesia pada semester I-2020 capai Rp 545,39 triliun, tumbuh 9,22 %,” catat account Instagram @ojkindonesia, Jakarta, Rabu (23/9).

Dana Faksi Ke-3 (DPK) perbankan syariah alami kenaikan di semester ini. Kewenangan Layanan Keuangan (OJK) menulis perkembangan DPK perbankan syariah yaitu Rp 430,209 triliun, bertambah dibanding tahun 2019 yaitu Rp 425,29 triliun.

Begitupun dengan Pembiayaan Yang Dialirkan (PYD) perbankan syariah dalam periode yang serupa yaitu Rp 377,525 triliun. Angka ini semakin tinggi dibanding perolehan di tahun 2019 yaitu Rp 365,125 triliun.

Mengenai pasar sharing perbankan syariah pada Juni 2020 sebesar 6,18 % dari bank konservatif. Bagian itu disumbangdari bank umum syariah sekitar 65,33 %, unit usaha syariah 32,17 % serta BPR syariah 2,5 %.

Bank syariah jadi kontributor paling besar dalam memberikan dukungan keuangan syariah. Keseluruhan asset dari bank umum syariah sampai semester I-2020 sejumlah Rp 356,33 triliun. DPK dari bank umum syariah tertera Rp 293,37 triliun serta PYD sejumlah Rp 232,86 triliun.

Unit usaha syariah mencatat asset di semester I-2020 sejumlah Rp 175,45 triliun. DPK dari unit usaha syariah yaitu Rp 127,95 triliun serta PYD sejumlah Rp 134,16 triliun. Sesaat asset dari BPR Syariah tertera Rp 13,61 triliun dengan DPK Rp 8,89 triliun serta PYD sejumlah Rp 10,5 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memperjelas pemerintah terus memiliki komitmen dalam membuat satu skema keuangan ekonomi syariah di Tanah Air. Diantaranya lewat ketentuan perundang-undangan sampai kebijaksanaan yang memprioritaskan konsep serta nilai-nilai ekonomi syariah.

“Saat ini kita perlu untuk selalu membuat ekosistem ini dengan dari mulai kebijakan peraturan instrumen dan beberapa langkah yang karakternya dapat menjawab keperluan umat dengan cara inklusif,” kata Sri Mulyani dalam acara Komunitas Penelitian Ekonomi Keuangan Syariah (FREKS) 2020 di Jakarta, Senin (21/9/2020).

Ia menjelaskan, Indonesia sebuah negara yang mempunyai kebhinekaan tetapi sebagian besar penduduknya ialah muslim. Oleh karenanya, Indonesia berkekuatan yang mengagumkan untuk memberi jawaban tentang keterkaitan nilai-nilai Islam di kehidupan dunia serta di negeri.

“Kita di Indonesia yang demikian bineka serta mempunyai perkembangan serta Islam masih dapat dikerjakan dengan cara baik. Desas-desus mulai dari industri keuangan industri makanan, industri farmasi, serta industri manufaktur, industri lifestyle termasuk juga tourism ini pasti adalah satu rumor serta kenaikan kesibukan ekonomi dimana umat Islam ingin sampaikan atau dalam ini melakukan norma serta nilai-nilainya tetapi di saat yang serupa dapat melakukan pekerjaan ekonomi dengan umat lainnya,” katanya.

Pemerintah terus memikir untuk membuat beberapa prinsip keadilan di kita meningkatkan ekosistem serta ekonomi serta keuangan syariah. Pemerintah menggerakkan dengan beberapa instrumen serta banyak kebijakan di ekosistem ekonomi serta keuangan syariah, baik itu dari bagian pekerjaan industri keuangan syariah atau dari bagian industri riil.

“Export produk halal kita akan didorong pasti manfaatkan keanggotaan Indonesia di komunitas organisasi beberapa negara Islam,” katanya.

Berdasar data Organisasi Kerja sama Islam (OKI), pada 2018 produk halal Indonesia ke beberapa negara anggota itu capai USD 45 miliar. Jumlah itu sama dengan 12,5 % dari keseluruhan perdagangan Indonesia yang capai USD 369 miliar dolar.

“Kita mengharap pada beberapa tahun kedepan perkembangan itu tetap dipertahankan,” katanya.

Walau demikian, Bendahara Negara ini mengetahui ada epidemi Covid-19 memengaruhi banyak performa ekonomi-ekonomi dari beberapa negara di dunia. Ini adalah rintangan yang tidak gampang. Karena, akan berefek pada industri halal di Indonesia.

“Kita harus juga lihat beberapa negara anggota OKI kemungkinan hadapi rintangan dari covid serta tentu akan memengaruhi kekuatan mereka pada beberapa barang export Indonesia,” pungkas ia.

error: Content is protected !!