April 12, 2021

Situs Judi Online Terbesar

Teraman & Terbaik Di Indonesia

Penjelasan OCBC NISP

Penjelasan OCBC NISP yang Ikut Disebut dalam FinCen File

Konsorsium Internasional Jurnalis Investigatif (ICIJ) ungkap sangkaan saluran uang ‘panas’ yang singgah di bank-bank di Indonesia, baik bank BUMN atau swasta.

Dalam penemuan itu, PT. Bank OCBC NISP Tbk tertera untuk salah satunya bank yang diduga menyalurkan dana panas atas 13 transaksi. Dimana uang yang keluar sebesar USD 2,65 juta, serta uang masuk sebesar USD 44.095.

Penemuan ICIJ itu mengambil sumber dari dokumen rahasia kewenangan AS, yaitu Jaringan Penegakan Hukum atas Kejahatan Finansial Departemen Keuangan AS (US Department of Treasury’s Financial Crimes Enforcement Network) atau diketahui untuk FinCEN.

Menyikapi ini, Direktur Bank OCBC NISP, Lili S. Budiana akui memiliki komitmen memberikan dukungan proses pengerjaan dari penemuan ini sesuai mekanisme.

“Bank OCBC NISP memiliki komitmen untuk memberikan dukungan usaha pemerintah dalam memberantas money laundering di Indonesia,” tutur ia ke Liputan6.com, Rabu (23/9/2020).

Loyalitas itu, lanjut Lili, direalisasikan dengan mengaplikasikan serta jalankan standard mekanisme yang ideal dan selalu taat pada ketetapan serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku di bagian perbankan serta Anti Pencucian Uang dan Pembiayaan Terorisme.

Untuk info, ICIJ ialah organisasi nirlaba yang beranggotakan 267 jurnalis penyelidikan dari 100 negara atau teritori berbasiskan di AS. Salah satunya hasil penyelidikan ICIJ yang populer ialah dokumen Panama (Panama Papers) pada 2016 lantas, yang berisi sangkaan praktek pencucian uang serta penggelapan pajak beberapa petinggi negara serta pebisnis terkenal.

Mencuplik data ICIJ, dengan cara keseluruhan saluran uang panas yang singgah di perbankan Indonesia terbagi dalam transaksi keluar sejumlah USD 286,16 juta serta transaksi masuk USD 218,49 juta lewat 19 bank. Sekitar 19 bank yang disangka terima saluran uang itu, terbagi dalam dua bank BUMN serta 17 bank swasta.

Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) memberikan laporan bocoran data sekitar saluran dana meresahkan yang keluar masuk lewat perbankan besar di dunia, termasuk juga Indonesia.

Spesial di negeri disebut sekitar 19 bank mempunyai saluran dana yang ganjil, dengan keseluruhan nilai capai USD 504,65 juta atau seputar Rp 7,41 triliun.

Jumlah dana itu terbagi dalam uang masuk di Indonesia sejumlah USD 218,49 juta, serta dana yang ditransfer ke luar Indonesia sekitar USD 286,16 juta.

Mencuplik situs International Consorsium of Investigative Journalism (ICIJ), Selasa (22/9/2020), FinCEN File menulis ada sekitar 496 transaksi meresahkan yang mengalir ke serta keluar dari Indonesia, dilaksanakan 19 bank.

Semua transaksi itu diolah lewat 4 bank yang berbasiskan di Amerika Serikat, yaitu The Bank of New York Mellon sekitar 312 transaksi, Deutsche Bank AG (49 transaksi), Standar Chartered Plc (116 transaksi), serta JP Morgan Chase & Co (19 transaksi).

Ke-4 bank itu selanjutnya memberikan laporan kesibukan meresahkan ke FinCEN. Mengenai dalam perincian 19 bank ini, ada beberapa bank pelat merah seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Selanjutnya ada pula beberapa bank swasta besar seperti Bank Central Asia (BCA), Bank DBS Indonesia, Bank Windu Kentjana International, Hong Kong Shanghai Banking Corp (HSBC), serta Bank CIMB Niaga.

Selanjutnya Panin Bank, Bank Nusantara Parahyangan, Bank of India Indonesia, OCBC NISP, Bank Danamon, Bank Commonwealth, Bank UOB Indonesia, Bank ICBC Indonesia, Chinatrust Indonesia, Standar Chartered, Bank International Indonesia, sampai Citibank.

Berikut urutan lengkap 19 bank dengan saluran dana ganjil dan nominal transaksinya:

1. DBS Indonesia (8 transaksi)

Uang Keluar: USD 1,51 juta

Uang Diterima: USD 1,99 juta

2. Bank Mandiri (111 transaksi)

Uang Keluar: USD 250,39 juta

Uang Diterima: USD 42,33 juta

3. Bank Windu Kentjana (49 transaksi)

Uang Keluar: 0

Uang Diterima: USD 130,81 juta

4. BCA (19 transaksi)

Uang Keluar: 0

Uang Diterima: USD 753,760 juta

5. CIMB Niaga (7 transaksi)

Uang Keluar: 0

Uang Diterima: USD 4,88 juta

6. BNI (2 transaksi)

Uang Keluar: USD 10,21 juta

Uang Diterima: USD 428,052 juta

7. Panin Bank (19 transaksi)

Uang Keluar: USD 5,42 juta

Uang Diterima: 0

8. Bank Nusantara Parahyangan (10 transaksi)

Uang Keluar: USD 708,541Uang Diterima: 0

9. Bank of India Indonesia (5 transaksi)

Uang Keluar: 0

Uang Diterima: USD 20,76 juta

10. OCBC NISP (13 transaksi)

Uang Keluar: USD 2,65 juta

Uang Diterima: USD 44.095

11. Danamon (28 transaksi)

Uang Keluar: 0

Uang Diterima: USD 3,1 juta

12. Commonwealth Bank (152 transaksi)

Uang Keluar: USD 6,59 juta

Uang Diterima: USD 2,96 juta

13. UOB Indonesia (24 transaksi)

Uang Keluar: USD 2,39 juta

Uang Diterima: 0

14. ICBC Indonesia (1 transaksi)

Uang Keluar USD 49.990

Uang Diterima: 0

15. Chinatrust Indonesia (39 transaksi)

Uang Keluar: USD 57.440

Uang Diterima: USD 496.858

16. Standar Chartered Bank (3 transaksi)

Uang Keluar: USD 5,8 juta

Uang Diterima: USD 5.400

17. BII (34 transaksi)

Uang Keluar: USD 348.288

Uang Diterima: USD 4,88 juta

18. Citibank (1 transaksi)

Uang Keluar: 0Uang Diterima: USD 2 juta

19. HSBC

Uang Keluar: 0Uang Diterima: USD 2,99 juta

Berkaitan ini, Liputan6.com sedang berupaya minta respon dari manajemen perbankan yang disebut dalam perincian.

error: Content is protected !!